BAYI Masuk SEKOLAH

 http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Psikologi/bayi.masuk.sekolah/001/007/886/1/sekolah+bayi/4

 

Kesadaran para bunda akan pentingnya stimulasi untuk bayi, tak diimbangi dengan waktu yang cukup.  Membaca buku, majalah atau browsing internet untuk belanja ilmu tentang stimulasi, tak sempat mereka lakukan. Sekolah bayi yang dinilai sebagai tempat yang tepat untuk meninggalkan bayi mereka selama bekerja, menjadi pilihan.

 

Apa itu sekolah bayi? Tempat  para bayi melakukan kegiatan untuk merangsang kemampuan motorik (kasar dan halus), seperti berguling, merangkak, berdiri, berjalan dan sebagainya. Bayi dilatih selama  50-60 menit, satu kali seminggu. Ada juga sekolah yang menambahkan latihan-latihan atau kegiatan yang ditujukan untuk menstimulasi aspek kecerdasan otak  seperti membacakan cerita dan menyanyi.     

Perlukah bayi sekolah? Merangsang kepandaian motorik bayi bisa dilakukan di rumah. Namun Bunda yang bekerja di luar rumah mungkin merasa khawatir pengasuh anak di rumah tidak dapat memberikan stimulasi yang tepat. Tapi jika Anda hanya menyerahkan bayi ke sekolah bayi dan semua aktivitas  tidak diulang lagi di rumah, maka latihan yang diberikan di sekolah tidak bermanfaat. Bayi cukup dilatih di rumah  dengan stimulasi yang merangsang perkembangan motoriknya. Banyak yang bisa dilakukan di rumah, misalnya:

bermain terowongan

dengan menggunakan kain panjang untuk latihan motorik kasar, memegang kain perca untuk melatih motorik halus dan memberinya berbagai mainan yang sesuai usianya.
 
Sekolah bayi untuk apa?

 

  • Sosialisasi. Melatih anak bersosialisai sebenarnya dapat dilakukan di rumah. Misalnya anak diajak berkenalan dengan anak sebaya di sekitar rumah,  atau  diajak ke playground  agar bayi bisa melihat anak-anak seusianya. Memasukkan anak ke sekolah bayi bisa menjadi pilihan bila anak tinggal di rumah  dengan lingkungan sekitar  tidak ada playground atau teman sebaya, sehingga  ia harus di rumah saja.
  • Untuk menstimulasi otak. Stimulasi otak bisa dilakukan di rumah. Yang penting orang tua paham  perkembangan otak anak.  Bila bayi dilatih sesuatu yang belum waktunya mencapai kematangan untuk hal itu, latihan tidak ada gunanya.  Menstimulasi otak bayi dapat Anda lakukan sendiri, asalkan Anda mengerti tahap perkembangan anak di usia itu. Misalnya anak usia 12 bulan sudah bisa membalik halaman buku,  Anda bisa sediakan buku anak-anak yang tidak bisa sobek. Di usia  satu tahun, bayi mencapai kematangan di bidang bicara. Maka, ajaklah anak bicara.

 

Jangan Terlalu Berharap

 

  • Sekolah bayi akan membuat anak  menjadi lebih pandai dalam kemampuan motoriknya. Tunggu dulu! Faktor kematangan pegang peran penting dalam hal ini.  Sekalipun bayi dilatih  tapi otot-ototnya belum matang, bayi  tetap tak dapat melakukan aktivitas motorik yang diharapkan. Misalnya, orangtua berharap anaknya akan bisa jalan sebelum usia 12 bulan tapi  otot-otot kaki anak belum matang, maka tidak dijamin latihan akan membuat anak bisa berjalan. Jangan   berharap dengan memasukkan anak ke sekolah bayi, bayi akan cepat berkembang kepandaian motoriknya.  
  • Anak tampak berkembang karena disekolahkan. Hilangkan pikiran ini dan jangan lengah, menyerahkan semuanya kepada pihak sekolah sehingga tidak memberikan stimulasi di rumah.  Sekolah hanya membantu dan Anda harus tetap memberikan stimulasi dan latihan di rumah.  

Memilih sekolah bayi
• Tidak  jauh dari rumah.
• Pastikan  programnya  sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan bayi   Anda.
• Jangan ragu untuk menanyakan kompetensi pengajarnya.
• Perhatikan sarana dan prasarananya apakah sudah sesuai untuk perkembangan bayi.

 


 
 
 
 
Rumah Cerdas Depok
 
Pilihan Bahasa